Lorem ipsum dolor sit amet, conscur adisng elit, sed do eiusmod tempor iniunt ut labore et dolore mana aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exetation ullco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo coequat. Duis aute irure dolor
Lorem ipsum dolor sit amet, conscur adisng elit, sed do eiusmod tempor iniunt ut labore et dolore mana aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exetation ullco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo coequat. Duis aute irure dolor
Lorem ipsum dolor sit amet, conscur adisng elit, sed do eiusmod tempor iniunt ut labore et dolore mana aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exetation ullco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo coequat. Duis aute irure dolor
Lorem ipsum dolor sit amet, conscur adisng elit, sed do eiusmod tempor iniunt ut labore et dolore mana aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exetation ullco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo coequat. Duis aute irure dolor
Untuk segala upaya yang kau berikan demi karya
seni, tampilan visual sering kali tidak penting asalkan ceritanya bagus.
Kata-kata
di atas merupakan kutipan dari bukuCreativity, Inc. karya
Ed Catmull, presiden dari perusahaan animasi raksasa, Pixar. Catmull
menyampaikan kalimat itu ketika membahas tentang pembuatan film animasi,
tapi saya rasa kalimat tersebut juga bisa digunakan untuk karya seni lain,
termasuk video game.
Kalimat
tersebut juga menghantui pikiran saya selama bermain Mafia III.
Tidak mengherankan memang, karena seri Mafia selama ini cukup
terkenal atas ceritanya yang berkualitas. Tapi bagaimana dengan aspek
lainnya? Baca lebih lanjut di ulasan berikut ini.
The KKK took my baby away
Seperti
yang telah saya singgung di atas, Mafia III masih
mempertahankan ciri khas seri Mafia, yaitu kuatnya cerita yang
dimiliki. Tidak hanya cerita yang menarik, cara penyampaian yang diusung game ini
pun sangat unik. Beberapa bagian dari Mafia III disajikan
dengan gaya layaknya film dokumenter, menambahkan kesan serius dari cerita yang
memang cukup gelap dan dewasa.
Inti
cerita Mafia III sendiri bisa dibilang generik. Kamu akan
bermain sebagai Lincoln Clay, seorang warga kulit hitam yang juga merupakan
veteran perang Vietnam. Dia kembali ke kota New Bordeaux, sebuah kota fiktif di
Amerika Serikat yang terinspirasi dari New Orleans, setelah masa tugasnya
berakhir.
Clay
hidup sebagai pentolan dari kelompok kriminal kulit hitam di New Bordeaux yang
diisi berbagai ras, mulai dari mafia Italia, Irlandia, Haiti, Afrika, Perancis,
dan lain sebagainya. Melihat betapa bervariasinya ras di Mafia III, jangan
heran kalau banyak bagian dari cerita game ini berhubungan
erat dengan tema rasisme.
Petualanganmu
dalam Mafia III berkutat di aksi pembalasan dendam Lincoln
Clay kepada Sal Marcano, mafia penguasa New Bordeaux. Marcano telah menghabisi
kelompok kulit hitam yang seakan-akan sudah menjadi keluarga kandung Clay
sendiri.
Game ini menyajikan alur cerita mundur dari sudut pandang
Lincoln Clay, dengan beberapa bagian dipotong dari pandangan berbagai pihak
yang diwawancarai pada film dokumenter tentang aksi brutal balas dendam
Clay. Cukup mirip dengan Mafia pertama yang alur mundurnya
diambil dari kisah Tommy Angelo yang sedang melakukan kesaksian kepada polisi
di kafe, hanya saja gaya yang diusung MafiaIII terasa
lebih keren dan memberikan bermacam-macam perspektif dari orang yang
diwawancarai.
Perlu
diingat juga, Mafia III jelas merupakan game untuk
dewasa. Tidak hanya game ini memiliki banyak unsur kekerasan,
perkataan kotor pun secara konstan terucap dari karakter-karakter yang ada.
Jika
kamu tidak masalah dengan kedua hal tersebut, dan sudah cukup dewasa untuk
mengonsumsi konten-konten seperti itu, maka bersiaplah untuk disajikan dengan
cerita menarik ala Godfather dalam Mafia III.
Cahaya berkilau
Selain
cerita, Mafia III jelas memiliki kualitas visual yang amat
sangat luar biasa. Game ini tampil begitu indah dengan efek
cahaya yang apik. Ya, kunci utama menariknya visual Mafia III jelas
terdapat di efek pencahayaan. Mulai dari pantulan lampu di jalan yang tengah
hujan, sinar matahari dan langit yang tampak begitu indah, serta efek-efek
bayangan yang terkadang tampak agak berlebihan namun tetap terlihat memberikan
nilai estetika lebih.
Mafia III juga memiliki efek cuaca yang dinamis.
Perubahan cuaca seperti hujan dan matahari yang bersinar cerah akan terjadi
cukup sering sepanjang permainanmu. Hebatnya lagi, dengan visual yang tampil
begitu bagus, game tetap berjalan lancar. Jangan heran kalau
kamu akan sering sekali menekan tombol untuk mengambil screenshot di game ini.
Keindahan
kota New Bordeaux yang dipadati berbagai macam manusia juga semakin menonjolkan
kelebihan visual Mafia III. Tidak sampai di situ saja, jika
sebelumnya kamu harus menghadapi pemandangan kota terus-menerus, Mafia
III menyajikan kamu dengan dunia yang beragam. Mulai dari tengah kota,
dataran tinggi, sampai-sampai rawa-rawa penuh buaya dapat kamu temukan di sini,
tentunya dengan visual yang memukau juga.
Selain
visual fantastis, Mafia III juga memiliki kualitas audio papan
atas. Efek suara dalam game dan pemilihan musik yang diputar
sepanjang game akan menemani petualanganmu dengan begitu
sempurna. Saran saya, coba mainkan Mafia III menggunakan headphone,
dijamin perasaan yang kamu rasakan akan lebih luar biasa.
Monoton, repetitif, dan keburukan lainnya
Dari
tadi kita sudah membicarakan soal kelebihan dari Mafia III, saatnya
masuk ke bagian terburuk di game ini. Meskipun gemilang dari
segi audio, visual, dan cerita, Mafia IIIjustru memiliki kekurangan
yang begitu besar dari segi gameplay.
Inti
permainan game ini amat sangat repetitif. Yang perlu kamu
lakukan hanyalah menyelesaikan misi-misi sampingan yang desainnya itu-itu
terus, menghadapi dua bos mini, membagi jatah kekuasaan dengan kawanmu, baru
kemudian berhadapan dengan bos utama setiap daerah.
Begitu
mengalahkan bos utama tersebut, kamu akan dihadapkan dengan pilihan untuk
membagi daerah lagi dengan partner kriminalmu. Pastikan kamu membagi jatah
dengan adil jika ingin seluruh partner tersebut tetap bersamamu sampai akhir game.
Desain
misi yang amat sangat repetitif tersebut semakin diperparah dengan skema
kontrol yang cukup aneh dan butuh waktu untuk membiasakan diri dengannya. Jika
kamu memainkan game ini di console, bersabarlah
karena skema kontrol tersebut tidak akan bisa kamu ubah. Tapi begitu menghadapi
beberapa misi (dengan kesulitan), besar kemungkinan kamu dapat terbiasa dengan
kontrol di Mafia III.
Keanehan
kontrol dan gameplay juga dapat dilihat dari fakta bahwa alur
permainan penting ada yang diatur menggunakan Options. Hal yang saya maksud
adalah pilihan untuk mengambil jalur Lethal atau Non-Lethal. Jika di game lain
seperti Dishonored atau Deus Ex jalur
ini disematkan dengan baik dalam gameplay ataupun item yang
digunakan pemain, maka pemain Mafia III tidak bisa berpindah
dari Lethal ke Non-Lethal dengan natural karena pilihan untuk melakukannya ada
di fitur Options.
Tidak
sampai di situ saja, Mafia III juga memiliki masalah yang
akut, yaitu rendahnya tingkat kepandaian musuh. AI para musuh di game ini
sangatlah bodoh sampai-sampai bermain stealth terasa begitu
mudah, sedangkan bermain frontal penuh adu tembak akan membuat game ini
justru lebih menantang dan cukup tidak imbang.
Kombinasi
antara misi yang repetitif dan AI yang bodoh jelas membuat permainan yang
membosankan menjadi semakin membosankan. Dan hal teesebut jelas merupakan
kekurangan terbesar Mafia III, mengingat game ini
dibanderol dengan harga standar game AAA.
Kesimpulan
Sebagai
sebuah karya seni, Mafia III mungkin sukses menyajikan visual
yang tampak begitu indah, dibarengi dengan cerita yang sangat menarik untuk
diikuti. Sayangnya game ini memiliki gameplay yang
cukup buruk dan kurang menyenangkan.
Tapi
jika kamu cukup tahan untuk sampai ke taraf terbiasa dengan kontrol dan
berbagai mekanisme dalam Mafia III, maka bersiaplah untuk
disajikan dengan kisah menarik tentang rasisme, balas dendam, persahabatan, dan
keluarga.